Jumat, 20 November 2015
Sistem Imun
Sistem imun adalah sistem pertahanan tubuh atau sistem kekebalan tubuh yang melindungi tubuh dari infeksi atau penyakit. Sistem imun pada manusia terdiri dari dua jenis yaitu pertahanan tubuh alami dan pertahanan tubuh oleh sel darah putih.
Pertahanan tubuh alami terdiri dari empat mekanisme yaitu pertahanan fisik (contoh: air mata, minyak, dan mukus), pertahanan mekanik (contoh: rambut hidung), pertahanan kimia (contoh: zat kimia yang ada pada air mata, mukus, air liur, dan keringat), dan pertahanan biologis (contoh: bakteri baik/tidak berbahaya). Sedangkan pertahanan tubuh oleh sel darah putih dilakukan dengan lima jenis sel darah putih yaitu neutrofil, eosinofil, basofil, monosit, dan limfosit.
Ketika sistem imun bekerja, maka ia akan memberikan respon imun. Respon imun dapat berupa respon imun non-spesifik (seperti inflamasi dan fagositosis) dan respon imun spesifik (diperantarai oleh antibodi atau sel).
Sistem Reproduksi
Sistem
reproduksi pada manusia berbeda sesuai jenis kelaminnya. Pria
menghasilkan sperma sedangkan wanita menghasilkan sel telur (ovum)
Sistem reproduksi pria terdiri dari
penis, skrotum, testis, epididimis, vas deferens, duktus ejakulatoris, dan
uretra. Alat kelamin pria menghasilkan sperma yang dihasilkan di dalam testis.
Proses pembentukan sperma disebut spermatogenesis. Proses pembentukan sperma
membutuhkan stimulasi dari beberapa jenis hormon seperti testosteron, LH (Luteinizing
Hormone), FSH (Follicle Stimulating Hormone), estrogen, dan hormon
pertumbuhan.
Sistem reproduksi wanita terdiri
dari vulva, oviduk, ovarium, tuba fallopi, labium, uterus, kelentit, dan
vagina. Alat kelamin wanita menghasilkan ovum (sel telur) yang dihasilkan di
ovarium. Proses pembentukan ovum disebut oogenesis yang berasal dari sel
oogonium. Menstruasi terjadi karena ovum yang dilepaskan tidak dibuahi sehingga
terjadi peluruhan dinding rahim (endometrium). Fase menstruasi ada 4 yaitu fase
menstruasi, fase praovulasi, fase ovulasi, dan fase pascaovulasi.
Fertilisasi adalah proses peleburan
antara ovum dengan sperma yang kemudian membentuk zigot. Zigot akan membelah
terus-menerus sehingga menjadi embrio. Embrio memperoleh makanan melalui
plasenta.
Penyakit pada sistem reproduksi pada
manusia antara lain AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome), sifilis,
gonorhoea, kandidiasis, dan klamidiasis.
Sistem Koordinasi
Sistem koordinasi adalah organ dan
sistem organ yang bekerja sama secara efisien. Sistem koordinasi terdiri dari
sistem saraf, sistem indera, dan sistem hormon.
Sistem
saraf pada manusia tersusun atas neuron dan neuroglia. Fungsi sistem
saraf adalah untuk menerima rangsang (impuls) dan kemudian menanggapi rangsang
tersebut. Setiap neuron (sel saraf) terdiri dari beberapa bagian yaitu badan
sel, dendrit, akson (neurit),
selubung
mielin, dan nodus ranvier.
Sel saraf dibagi menjadi tiga macam yaitu neuron sensorik, neuron motorik, dan
neuron penghubung. Impuls mengalir melalui sel saraf karena terdapat perbedaan
potensial listrik yang disebut polarisasi. Kemudian impuls disalurkan ke sel
saraf lain melalui sinapsis. Kelainan, gangguan, dan penyakit pada sistem saraf
antara lain penyakit parkinson, alzheimer, epilepsi, dan stroke.
Sistem saraf pusat pada manusia
terdiri dari sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi. Sistem saraf pusat
terdiri dari otak, sumsum lanjutan, dan sumsum tulang belakang. Otak mengatur
gerak sadar, sumsum lanjutan mengatur gerak tak sadar (denyut jantung, tekanan
darah, pusat pernapasan, dll), sedangkan sumsum tulang belakang mengatur gerak
refleks. Sistem saraf tepi terdiri dari saraf simpatik dan parasimpatik.
Berikut adalah beberapa contoh
sistem saraf pada beberapa hewan vertebrata:
- Sistem saraf pada ikan berupa otak yang terdiri dari otak besar, otak tengah, otak kecil, dan sumsum lajutan (medula oblongata).
- Sistem saraf pada amfibi terdiri dari otak.
- Sistem saraf pada burung terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang.
Sistem saraf pada invertebrata masih
sangat sederhana. Berikut adalah contoh sistem saraf pada beberapa hewan
invertebrata:
- Sistem saraf pada cacing pipih terdiri dari dua ganglia yang terletak di daerah kepala.
- Sistem saraf pada cacing tanah disebut sistem saraf tangga tali yang terdiri dari dua buah ganglion otak dan sebuah serabut saraf.
- Sistem saraf pada serangga berupa sistem saraf tangga tali yang terdiri dari serabut saraf yang memanjang di bagian bawah tubuhnya.
Indera adalah reseptor yang bertugas
untuk mengenali lingkungan dan memberi respon terhadap segala perubahan
rangsangan yang terjadi pada lingkungan tersebut. Sistem indera pada manusia
disebut panca indra yang terdiri dari kulit (indera peraba dan perasa), lidah
(indera pengecap), hidung (indera pembau), telinga (indera pendengaran), dan
mata (indra penglihatan).
Berikut adalah beberapa contoh
keistimewaan sistem indera pada hewan vertebrata:
- Indera ikan terdiri dari gurat sisi (reseptor perubahan tekanan air), mata, alat pendengaran, dan alat pembau.
- Amfibi memiliki mata dengan selaput tidur yang disebut membran niktitans.
- Reptil memiliki indera pembau yang tajam.
- Burung memiliki indera penglihatan yang baik.
Sistem indera pada hewan
invertebrata masih sangat sederhana. Berikut adalah beberapa contoh sistem
indera pada invertebrata:
- Cacing pipih memliki sepasang bintik mata yang sangat peka terhadap cahaya.
- Cacing tanah memiliki reseptor cahaya di permukaan tubuhnya yang hanya dapat membedakan gelap dan terang. Cacing tanah sangat peka terhadap sentuhan, zat-zat kimia, dan suhu.
- Serangga memiliki indera penglihatan berupa mata tunggal (oseli) dan/atau mata majemuk (mata faset).
Hormon adalah zat kimia yang dihasilkan
oleh kelenjar endokrin. Fungsi hormon adalah untuk mengatur proses metabolisme,
reproduksi, pertumbuhan, dan perkembangan. Kelenjar endokrin terdiri dari
beberapa macam seperti kelenjar hopofisis (pituitari), kelenjar tiroid
(kelenjar gondok), kelenjar paratiroid (kelenjar anak gondok), kelenjar
langerhans, kelenjar suprarenalis (adrenal/anak ginjal), kelenjar pankreas,
ovarium, testis, dan plasenta.
Sistem Ekskresi
Ekskresi adalah proses pengeluaran zat-zat sisa hasil metabolisme dalam tubuh dengan tujuan supaya kesetimbangan tubuh terjaga. Sistem ekskresi pada manusia terdiri dari ginjal, kulit, hati, dan paru-paru.
Ginjal manusia terletak di rongga perut. Fungsi ginjal adalah untuk mengekskresikan zat-zat dengan kadar berlebih dan racun/kotoran yang ada di dalam darah. Ginjal terdiri dari 3 bagian yaitu korteks, medula, dan pelvis. Penyaringan darah dilakukan di setiap nefron. Pada nefron terdapat glomerulus, tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal, dan tubulus kolektivus. Proses penyaringan darah terdiri dari filtrasi, rebsorpsi, dan augmentasi. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembentukan urin adalah hormon antidiuretik (ADH), hormon insulin, dan jumlah air yang diminum. Gangguan dan penyakit pada ginjal termasuk gagal ginjal, nefritis, diabetes insipidus, diabetes melitus, albuminaria, dan kencing batu.
Paru-paru selain sebagai bagian dari sistem pernapasan juga merupakan bagian dari sistem ekskresi karena mengeluarkan karbon dioksida dan uap air.
Hati merupakan salah satu alat ekskresi pada manusia karena mengekskresikan empedu. Empedu berasal dari hasil perombakan hemoglobin eritrosit yang sudah tua.
Kulit mengekskresikan keringat yang berfungsi untuk mendinginkan tubuh. Keringat keluar saat suhu lingkungan panas atau ketika sedang mengerjakan kegiatan yang membutuhkan banyak gerakan.
Sistem ekskresi pada vertebrata terdiri dari ginjal namun memiliki perbedaan dengan ginjal manusia yaitu struktur dan fungsinya. Ikan memiliki sepasang ginjal yang memanjang dan berwarna kemerah-merahan yang disebut opistonefros. Katak juga memiliki sepasang opistonefros. Reptil memiliki ginjal yang disebut metanefros. Sedangkan alat ekskresi pada burung terdiri dari ginjal (metanefros), paru-paru, dan kulit.
Sistem ekskresi pada invertebrata tergolong sederhana. Sistem ekskresi pada cacing pipih berupa pembuluh bercabang-cabang yang memanjang pada bagian samping kiri dan kanan di sepanjang tubuhnya. Sistem ekskresi cacing tanah memiliki sepasang ginjal (nefridium) di setiap segmen kecuali pada tiga segmen pertama dan terakhir. Sistem ekskresi pada serangga berupa tubula atau pembuluh malpighi.
link : http://hedisasrawan.blogspot.co.id/2015/01/ringkasan-6-materi-biologi-kelas-xi.html
Sistem Pernapasan
Oksigen sangat penting bagi makhluk
hidup untuk membantuk merombak makanan di dalam tubuh. Oksigen dapat diperoleh
melalui proses pernapasan yang disebut respirasi. Sistem
pernapasan pada manusia terdiri dari:
- Hidung adalah pintu masuk udara ke dalam tubuh.
- Laring adalah persimpangan antara tenggorokan dan kerongkongan.
- Tenggorokan adalah penghubung antara laring dengan paru-paru.
- Bronkus adalah saluran bercabang dua yang menuju masing-masing bagian paru-paru.
- Paru-paru adalah organ pernapasan yang paling utama. Paru-paru terdiri dari jutaan alveolus yang merupakan tempat pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara paru-paru dan darah.
Pernapasan dapat terjadi secara
disadari maupun tidak disadari. Proses pernapasan terdiri dari dua siklus yaitu
inspirasi (memasukan udara) dan ekspirasi (mengeluarkan udara). Mekanisme
pernapasan dapat dibagi menjadi dua yaitu pernapasan dada dan pernapasan perut.
Pada orang dewasa, volume total paru-paru berkisar antara 5 sampai 5 liter.
Frekuensi pernapasan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor misalnya umur,
jenis kelamin, suhu tubuh, dan aktivitas tubuh.
Oksigen dapat berpindah dari
alveolus menuju sel darah merah
dengan proses difusi. Kemudian oksigen akan dialirkan ke sel-sel tubuh. Oksigen
dibutuhkan untuk proses respirasi di mitokondria
pada sel yang kemudian menghasilkan energi berupa ATP. Hasil respirasi adalah
karbon dioksida dan menuju ke alveolus melalui difusi kemudian dikeluarkan dari
tubuh.
Sistem pernapasan pada hewan
memiliki struktur yang sedikit berbeda. Berikut adalah beberapa contoh sistem
pernapasan pada beberapa hewan:
- Sistem pernapasan pada porifera dan coelenterata dilakukan secara difusi langsung melalui membran sel.
- Sistem pernapasan pada cacing disebut pernapasan integumenter yang dilakukan secara difusi oleh permukaan kulit yang selalu lembap
- Sistem pernapasan pada sebagian besar serangga menggunakan alat pernapasan berupa pembuluh trakea.
- Sistem pernapasan pada ikan menggunakan insang.
- Sistem pernapasan pada katak menggunakan insang ketika masih berupa berudu sedangkan katak dewasa bernapas dengan paru-paru ketika di darat dan menggunakan kulit ketika di air.
- Sistem pernapasan pada reptil menggunakan paru-paru.
- Sistem pernapasan pada burung menggunakan paru-paru namun tidak memiliki alveolus melainkan parabronki (pembuluh-pembuluh udara). Respirasi saat terbang menggunakan kantung udara sedangkan saat istirahat menggunakan paru-paru.
Langganan:
Postingan (Atom)